• Skip to main content

interstellar

occurring or situated between stars.

Sshht..!

September 19, 2025 by interstellar |

Dunia ini Berisik

Di dunia yang seramai ini, siapa, sih, yang enggak pernah merasa keberisikan ?

( wait guys, ini cuma percobaan doang lohh :v )

Seberisik apa? Entahlah…

Yang pasti aku pernah berada  di satu kondisi dimana aku mendengar puluhan percakapan sekaligus, dengan topik yang berbeda, dalam satu tempat dan satu waktu yang bersamaan.

Dulu aku hanya belajar tentang kemampuan manusia yang berfrekuensi antara 20 sampai 20.000 Hz. Manusia tidak dapat mendengar suara-suara infrasonik ataupun ultrasonik. Hanya itu.

Sekarang setelah kubaca catatanku lagi, aku mendapat satu kesimpulan. Manusia sangatlah beruntung.

Why ?

Coba renungi, jika pendengaran manusia tidak dibatasi. Infrasonik, Audiosonik, Ultrasonik. Bayangkan jika telinga kita bisa mendengar semuanya, segala sesuatu yang mengeluarkan, memantulkan, dan mengantarkan gelombang suara.

Sekilas hebat. Tapi bukannya itu hal yang mustahil…?

Jika memang mustahil, bagaimana dengan satu saja manusia di dunia ini yang memiliki kemampuan seperti itu? Kalaupun memang benar ada, kalimat pertama yang akan kuucap padanya adalah, “Selamat, kau hebat. “

Nyatanya orang tersebut memang hebat. Benar-benar hebat. Mau tidak mau, sesuatu yang tidak ingin ia dengar akan tetap tertangkap oleh pendengaran tak terbatas-nya. Tapi, yeah, lagi-lagi adalah pilihan bagi orang tersebut, apakah ia akan mensyukuri hal tersebut atau justru merutuki dirinya karenanya.

Pada akhirnya, kita kembali pada kehidupan nyata kita yang sedang berlangsung -keluar dari ‘omong kosong’ yang sempat kita bahas. Adalah kenikmatan luar biasa bagi kita, yang telah diberi kemampuan ini terbatas pada kodratnya.

Jelas tak terpikirkan oleh manusia-manusia serakah, bahwa semua yang diberikan kepadanya sangatlah disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Hanya sebuah organ di dalam lubang yang dilindungi oleh tulang rawan berbentuk pipih. Tapi dari situlah kita memahami bahasa. Dari situlah kita berkomunikasi.

Keindahan alam takkan ternikmati secara sempurna tanpa merdunya kicauan burung-burung, tenangnya gemericik air mengalir, riangnya tawa, serta halusnya alunan angin.

Setara dengan kebisingan kota metropolitan dan segala hiruk pikuk lalu lintas, suara klakson kendaraan, disertai dengan ramainya sahut-sahutan manusia-manusia.

Memang berisik, maka berterimakasihlah pada Sang Pencipta yang telah memberi pengaturan tepat, tidak kurang serta tidak lebih dari kemampuan dan kebutuhan kita.

 

fdynn

Filed Under: Uncategorized